Senin, 10 Oktober 2016

Ganesa Parwati, Pasraman Formal Pertama di Jawa Timur















(Bimas Hindu Jatim) - Terwujudnya masyarakat Hindu yang memiliki daya saing, kualitas, kemampuan, serta pengetahuan tentang agama Hindu merupakan salah satu program Direktorat Jenderal Bimas Hindu Kemenag RI.
Terbitnya Peraturan Menteri Agama No 56 Tahun 2014 tentang Pendidikan Keagamaan Hindu disambut baik oleh masyarakat Hindu. Lembaga Pendidikan Keagamaan Hindu, baik formal maupun non formal dalam wadah pasraman kini mulai banyak bermunculan.
Tim visitasi Direktorat Jenderal Bimas Hindu Kemenag RI memverifikasi tujuh pasraman di Jawa Timur yang telah terdaftar, antara lain Utama Widya Pasraman Ganesha Parwati, Pratama Widya Pasraman Ganesa Parwati, Pasraman Non Formal Purwa Dharma 1, Pasraman Non Formal Purwa Dharma 2, Pasraman Non Formal Purwa Dharma 3, Pasraman Non Formal Purwa Dharma 4, dan Pasraman Non Formal Purwa Dharma 5.
Kepala Sub Direktorat Pendidikan Dasar dan Menengah, I Gede Jaman mengatakan Pasraman Formal dibagi menjadi 5 tingkatan yaitu, Pratama Widya Pasraman (TK/PAUD), Adi Widya Pasraman (SD), Madyama Widya Pasraman (SMP), Utama Widya Pasraman (SMA) dan Maha Widya Pasraman (Perguruan Tinggi). Sedangkan Pasraman Non Formal berbentuk Pesantian dan Aguron - Guron.
“Tujuan penyelenggaraan pasraman agar peserta didik memiliki kemampuan, pengetahuan, sikap dan ketrampilan, cakap, kreatif, mandiri, demokratis, dan bertanggungjawab,” kata Gede Jaman belum lama ini di Banyuwangi.
Pembimas Hindu Jawa Timur, Ida Made Windya mengungkapkan pendidikan pasraman bertujuan untuk melengkapi pendidikan agama di sekolah formal dalam rangka meningkatkan sradha dan bhakti peserta didik.
“Peran serta masyarakat memiliki kedudukan yang sangat penting dalam upaya peningkatan mutu pendidikan di pasraman. Oleh karena itu diperlukan langkah-langkah kreatif dan inovatif untuk mendorong tumbuhnya peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan,” ungkap Ida Made Windya.
Ketua Yayasan Ganesa Parwati, Supriyono mengatakan Pratama Widya Pasraman telah beroperasi sejak tahun 2008 di Kec. Purwoharjo, Banyuwangi. Sedangkan Utama Widya Pasraman baru beroperasi pada tahun 2016. Kesuksesan Yayasan Ganesa Parwati merupakan terobosan baru sekaligus dapat meneruskan program kerja pemerintah, khususnya bidang pendidikan, serta ikut mencerdaskan kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Anak ibarat kertas putih yang akan menjadi seperti apa yang dituliskan di dalam kertas putih tersebut,” kata Supriyono. Ia menambahkan, mereka merupakan generasi penerus bangsa yang perlu dicetak dan dikader dari usia dini agar tercipta anak-anak bangsa yang cerdas dan berjati diri. Supriyono berharap Ditjen Bimas Hindu Kemenag RI bisa mengeluarkan izin operasional bagi pasraman sehingga nantinya pendidikan bisa berjalan dengan kondusif dan representatif. *Titah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar